Selasa, 3 Mei 2011

sajak: Perjanjian Keimanan

Lahir kita dalam dunia  
Ada perjanjian
Juga penantian

Perjanjian itu!
Antara kita dan Tuhan
Antara setuju dengan enggan
Segalanya sudah tercatat

Jadi kayakah kau?
Miskinkah kau?
Hina?
Atau muliakah kau?
Kau lalai dengan dunia
Kau lupa


Dua saat
Hidup kita  mati kita
Dalam penantian

Bila?
Di mana?
Kenapa?

Tapi kita telah catatkan persetujuan
Kita telah merestui
Tuhan telah memegang janji kita
Tapi kita alpa!

Tuhan menentukan
Kita melakukan
PerkenanNya
Kita akan mati
Tiap detik
Tiba masanya
Tepat waktunya


Apa?

Persiapan
yang jadi bekalan kita nanti
Ke sana .... Ke liang lahad.

Liang Lahad?

Lubang yang amat gelap
Berseorangan
Menyeramkan

Kecantikan?
Harta?
Anak?
Suami?

Bukan! Bukan!

Habis apa?
Berapa umurmu?
Siapa namamu?
Atau Berapa banyak hartamu?

Murtad! Murtad!
Kau iblis! Jangan lagi menggoda
Jangan lagi menghasut anak Adam!

Aku mencari jawapan keimanan
Pergi kau!
Naudzubillahiminashaitanirrajim

Tolong!
Tolong! Aku akan pergi
Hentikan hinaanmu duhai anak Adam!
Ya! Aku akan menjauhi kau..
Yang benar-benar beriman

Alhamdullilah
Kita masih dipertunjuk
Siapa Tuhanmu?
Siapa Rasulmu?
Apa kiblatmu?
Itu soalan yang bakal kita jawapi

Tapi mudah kah  lidah kau mengatur bicara
Semudah menjawab soalan temuduga

Tidak!

Kecuali
Kita benar-benar telah beriman!
Laillahaillallah huwalhalyulqayum




 sajak ni dideklamasikan semasa Malam Apresiasi Puisi IPG Kent-UMS oleh aku, mimie dan pipah.. hehe.. first time aku bersajak ni... kami bertiga bergabung tenaga.. (ceehh macam konsert pula.. ) dengan nama kumpulan Lantera.

2 ulasan:

Cinoi berkata...

Wahh hebattt. CIpta sendiri la ni kan

FarhaNezam berkata...

ya betul!!